anniversary 2019

 

ANNIVERSARY

Tepat pada tanggal 15 februari 2019 smp it insanharapan mengadakan acara anniversary yang diadakan pukul 07.30 acara ini merayakan ulang insanharapan ke-15,selain itu acara ini diadakan unuk mempererat tali silaturohmi dengan orangtua/wali siswa smp it insanharapan untuk menunjukan ekspresi siswa.

inilah beberapa lomba pada acara anniversary inhar 15

Berbagai acara di tampilkan di Inhar Anniversary.  Acara pertamanya adalah Cerdas cermat, peserta acara ini adalah siswa/siswi dari sekolah lain dari kelas 5 sampai 6, guru-guru SMP IT Insan Harapan,.  Acara ini mendapatkan antusias sangat besar dari para pesertanya.  Dan juga panitia telah menyediakan door prize utama yaitu sebuah sepeda seharga 1,5 juta dan kupon diskon 3jt masuk inhar bagi juara 1

acara setelah ini adalah permainan tradisional bagi kelas 5,6,7 dari berbagai sekolah ini lah beberapa permainan tradisional

1engrang batok

Permainan Egrang Batok atau Batok Kelapa, yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan ini, biasanya dimainkan oleh suku Bugis. Bagi suku Bugis sendiri permainan ini dikenal dengan nama Majjeka, yang berasal dari kata jeka yang artinya jalan.

Egrang Batok, mungkin untuk anak-anak pedesaaan zaman dahulu nama itu bukan nama yang asing. Bahkan anak-anak pedesaan sangat fasih bermain egrang sederhana tersebut. Akan tetapi saat ini, sangat jarang ditemui anak-anak yang memainkan Egrang Batok, mahkan mungkin banyak anak yang tidak mengetahui bagaimana bentuk Egrang Batok.
Banyak manfaat yang bisa diambil dari Egrang Batok ini. Diantaranya memberikan kegembiraan pada anak, mengasah kreativitas anak serta melatih motorik halus dan motorik kasar anak. Selain itu, Egrang Batok juga melatih semangat anak dan mengajarkan anak untuk dapat memanfaatkan bahan di sekitarnya
2 bakyak race
permainan outbound, outbound games, outing games, bakiak race, balapan bakiak, permainan outing

Bakiak Race atau Balapan Bakiak adalah salah satu jenis permainan dalam kegiatan outbound atau outing yang bersifat kompetisi. Permainan Bakian Race merupakan salah satu permainan outbound atau outing yang sangat menarik. Peserta yang tergabung dalam satu kelompok kecil berjumlah kira – kira 3 – 5 orang harus memakai sandal kayu yang panjang atau populer disebut bakiak dan bersaing dengan kelompok lainnya untuk lebih cepat mencapai garis finish.

Tujuan dari permainan ini adalah untuk meningkatkan kekompakan dan kebersamaan dalam langkah, perasaan, tujuan dan harapan dalam menaklukan sebuah tantangan.

Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan outbound bakiak race atau balapan bakiak ini relatif sederhana. Kita hanya menyediakan sebuah kayu berukuran sekitar satu setengah meter yang sudah dirapikan dan diatasnya diberikan pengait telapak kaki yang terbuat dari karet ban. Agar lebih menarik, alat tersebut bisa kita beri warna – warna yang cerah. Untuk lintasan dan titik finishnya bisa menggunakan tali rafia atau single webing rope. Jangan lupa, karena permainan bakiak race merupakan jenis permainan kompetisi, maka kita juga harus menyiapkan perlatan P3K, terutama obat – obatan untuk luka luar.

Cara Bermain
Prosedur permainan ini hampir sama dengan jenis permainan kompetisi lainnya, yaitu ;

1. Fasilitator Outbound menyediakan bakiak untuk 2 – 4 kelompok yang akan bertanding, disesuaikan dengan jumlah peserta yang akan bertanding. Dipastikan alat dan lahan kegiatan tersebut sudah aman, artinya sudah tidak ada potongan kayu yang tajam atau paku yang masih menonjol.

2. Bila jumlah peserta terlalu banyak, bisa dilakukan rotasi dengan jenis permainan lainnya.

3. Tim atau kelompok yang paling cepat menyentuh garis finish tanpa melanggar aturan yang ditetapkan sebagai pemenang.

Makna Permainan
Keselarasan diperlukan untuk menghadapi persaingan, baik antar departemen maupun antar perusahaan. Hal ini merupakan suatu hal yang wajar dalam sebuah pekerjaan. Namun jika mulai terjadi persaingan dengan saling terror, ada indikasi hal tersebut merujuk pada persaingan yang tidak sehat, bahkan bisa memicu sebuah permusuhan. Namun jika persaingan tersebut dilakukan secara positif, tentunya akan menjadi sebuah pertarungan yang sehat.

3lompat karet

Hasil gambar untuk lompat karet

Permainan lompat tali adalah permainan yang menyerupai tali yang disusun dari karet gelang, ini merupakan permainan yang terbilang sangat populer sekitar tahun 70-an sampai 80-an, menjadi favorit saat “keluar main” di sekolah dan setelah mandi sore di rumah. Sederhana tapi bermanfaat, bisa dijadikan sarana bermain sekaligus olahraga. Tali yang digunakan terbuat dari jalinan karet gelang yang banyak terdapat di sekitar kita. Cara bermainnya bisa dilakukan perorangan atau kelompok, jika hanya bermain seorang diri biasanya anak akan mengikatkan tali pada tiang atau apa pun yang memungkinkan lalu melompatinya. Jika bermain secara berkelompok biasanya melibatkan minimal tiga anak, dua anak akan memegang ujung tali; satu dibagian kiri, satu lagi dibagian kanan, sementara anak yang lainnya mendapat giliran untuk melompati tali. Tali direntangkan dengan ketinggian bergradasi, dari paling rendah hingga paling tinggi. Yang pandai melompat tinggi, dialah yang keluar sebagai pemenang. Sementara yang kalah akan berganti posisi menjadi pemegang tali. Permainan secara soliter bisa juga dengan cara skipping, yaitu memegang kedua ujung tali kemudian mengayunkannya melewati kepala sampai kaki sambil melompatinya.
Sebenarnya permainan lompat tali karet sudah bisa dimainkan semenjak anak usia TK ( sekitar 4 – 5 tahun ) karena motorik kasar mereka telah siap, apalagi bermain lompat tali dapat menjawab keingintahuan mereka akan rasanya melompat. Tapi umumnya permainan ini memang baru populer di usia sekolah ( sekitar 6 tahun ). Jenis permainan lompat tali terbagi menjadi dua : Lompat kaki yang bersifat santai dan yang bersifat sport / olahraga. Lompat tali yang santai biasanya dimainkan oleh anak perempuan sedangkan yang sport / olahraga dimainkan oleh anak laki – laki. Dengan kata lain, permainan lompat tali tersebut bisa dimainkan oleh laki – laki maupun perempuan tanpa memandang gender.

4 rangku alu

Dikenal dengan nama rangku alu (Nusa Tenggara Timur).
Dalam masyarakat Manggarai, rangku alu dilakukan untuk
merayakan hasil panen perkebunan dan pertanian yang
biasanya jatuh pada bulan Juni hingga Juli tiap tahunnya.

Alat yang digunakan:
1.Tanah lapang yang keras dan tidak berumput (rumput dapat memicu risiko terpeleset)
2. Bambu dengan panjang 2 meter minimal 4 buah.

Cara bermain:
1. Membagi pemain menjadi 2 kelompok main dan jaga

2. Kelompok jaga menggerak-gerakkan bambu (empat orang berjongkok membentuk bidang persegi dan memegang dua bambu) sambil menyanyikan lagu tari tongkat.
3. Kelompok pemain yang mendapat giliran menari sambil menghindari jepitan bambu. Penari akan masuk dalam bidang persegi dan melompat-lompat sesuai irama buka-tutup bambu.

5tapak gunung

permainan-engklek-ciplak-gunung

permainan-engklek-ciplak-gunung

Permainan Engklek atau taplak gunung atau juga sudamanda adalah permainan tradisional di indonesia. Permainan engklek ini sangat baik untuk anak – anak dikarenakan anak akan belajar bersosialisasi dan juga baik untuk kesehatan karena permainan ini cukup banyak gerakan sehingga mengurangi peningkatan obesitas pada anak.

Cara bermainya pertama kita menggambar di atas tanah ataupun di jalan 8 kotak dan setengah lingkaran di bagian atas sendiri. Lalu kita beri nomor pada masing kotak. Kemudian yang di gambar setengah lingkaran itu diberi nomor sembilan dan dibagian setengah lingkarannya diberi nomor sepuluh.

Permainan ini biasanya di mainkan oleh anak perempuan, tetapi anak laki-laki juga kadang ikut bermain. Setelah itu kalau jumlah pemainnya hanya dua orang cukup melakukan suit untuk menentukan siapa yang main terlebih dahulu. Tapi kalau lebih dari dua bisa lakukan dengan cara hompimpa. Akan tetapi kadang-kadang untuk menentukan siapa yang duluan bermain adalah dengan cara siapa yang lempar gacoannya yang berupa batu atau pecahan genteng tersebut, tepat pada kotaknya dan juga yang paling jauh pada nomor di kotaknya. Yang paling dekat akan mendapat urutan bermain pertama dan yang paling jauh mendapat urutan paling akhir. Lalu setelah itu pemain mesti meloncat dari satu kotak ke kotak lainnya dengan satu kaki, terserah mau kaki kanan atau kiri yang jadi tumpuannya.

Lalu kalau gacoannya sudah mencapai pada nomor sembilan, maka si pemain harus mengambilnya dengan cara menghadap ke belakang dan berjongkok, tangan kita gak boleh sampai menyentuh garis kotak, kalau sampai menyentuh garis kotak maka pemain tersebut gagal dan harus diganti pemain lainnya. Sebelumnya bertepuk tangan 3 kali, barulah mengambil gacoannya dengan menghadap ke belakang.

Kemudian yang terakhir jika si pemain sudah melempar gacoannya ke nomor sepuluh dan berhasil mengambilnya dengan cara yang disebutkan tadi, maka pemain tersebut berhak mendapat bintang. Yang perlu diperhatikan pada saat pemain akan mengambil gacoannya di tempat nomor sepuluh maka ia harus melompat dari nomor delapan ke nomor sepuluh, jadi nomor sembilan harus dilewati, tidak boleh menginjaknya. Disinilah anak-anak sering melakukan kesalahan dengan menginjak garis. Sebenarnya sih ini juga berlaku untuk gacoan yang dilempar ke nomor-nomor tertentu. Tempat-tempat yang ada gacoan si pemilik tidak boleh diinjak, harus dilewati. Dan juga pemain tidak diperbolehkan menginjak gacoan lawan.

6 estafet tongkat

Hasil gambar untuk estafet tongkat

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.

Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter=400 meter dan nomor 4 x 400 meter (1.600 meter). Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan kemahiran dalam menerima tongkat dengan cepat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

Teknik Pemberian Tongkat

  • Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima menggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang.
  • Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga menggunakan tangan kanan. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari depan melalui atas.

Teknik menerima tongkat estafet

  • Visual : Dengan menoleh atau melihat ke belakang dan ini hanya digunakan untuk lari Estafet yang berjarak 4×400 meter.
  • Non Visual : Cara ini digunakan dengan tidak menoleh ataupun melihat ke belakang,karena jarak yang digunakan terlalu pendek yaitu 4×100 meter.

Daerah Pergantian Tongkat dan Cara Menempatkan Antara Pelari-Pelari

  • Pelari ke 1 Di daerah start pertama dengan lintasan tikungan
  • Pelari ke 2 Di daerah start kedua dengan lintasan lurus
  • Pelari ke 3 Di daerah start ketiga dengan lintasan tikungan
  • Pelari ke 4 Di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di garis finish

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet

  • Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri.
  • Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing- masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam tikungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.
  • Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada waktu latihan.
  • Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

Leave a Reply